PijarBali.com – Jogjakarta, Setelah berhasil melaksanakan program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiwa (PMM) di 2 (dua) wilayah pada tahun sebelumnya, yaitu di Kelurahan Banguntapan Kabupaten Bantul dan Kelurahan Kebakalan Kabupaten Kebumen, tahun ini AKPRIND University kembali berhasil meraih pendanaan untuk 3 (tiga) program PMM, yaitu di Kelurahan Terong Kapanewon Dlingo; Kelurahan Ngleri Kapanewon Playen Kabupaten Gunungkidul; serta di Kelurahan Tuksono Kapanewon Sentolo Kabupaten Kulon Progo, Senin (11 Agustus 2025)
Program PMM di Kelurahan Tuksono Kapanewon Sentolo Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta, mengambil judul Program Penerapan Teknologi Pengairan Berkelanjutan Berbasis Ketahanan Energi untuk Swasembada Pangan dan Peternakan oleh Mahasiswa Universitas AKPRIND di Tuksono Kulon Progo.
Sumber pendanaan program PMM adalah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan dana pendamping dari Perguruan Tinggi.
Pelaksana program PMM di Tuksono merupakan kolaborasi mahasiswa dan dosen, melibatkan 3 (tiga) dosen dan 26 mahasiswa. Tim dosen terdiri atas Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom. sebagai Ketua (Dosen Tetap Program Studi Informatika yang juga Rektor Universitas AKPRIND Indonesia) dan Prof. Dr. Med. Vet. Drh. R. Wisnu Nurcahyo (Guru Besar bidang parasitologi Universitas Gadjah Mada), serta Beny Firman, S.T., M.Eng. (Dosen Tetap Program Studi Teknik Elektro Universitas AKPRIND Indonesia).

Sedangkan tim mahasiswa berasal dari 8 Program Studi di Universitas AKPRIND Indonesia, yaitu Teknik Kimia, Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, Teknik Geologi, Informatika, dan Rekayasa Sistem Komputer.
Program PMM di Tuksono menyasar 2 (dua) mitra sasaran Kelompok masyarakat yang produktif secara ekonomi, yaitu Kelompok Tani dan Kelompok Ternak di Tuksono Kulon Progo.
Menurut Prof. R. Wisnu Nurcahyo, salah satu anggota Tim Pelaksana, “Program PMM bertujuan untuk memberdayakan petani lokal dengan teknologi tepat guna yang meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan melibatkan partisipasi aktif warga, kegiatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Harapanya kegiatan PMM ini berdampak pada peningkatan pendapatan petani, penurunan ketergantungan pada sistem konvensional, serta penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya secara mandiri. Program PMM ini sejalan dengan salah satu dari delapan Astacita Pemerintah Republik Indonesia, yakni pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.”
Sementara Edhy, selaku Ketua Tim Pelaksana PMM menyatakan “pelaksanaan program PMM merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mendapat pengalaman di luar kampus (IKU 2) dan hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat (IKU 5). Pelaksanaan program PMM ini akan dievaluasi pada 2 (dua) aspek peningkatan level keberdayaan mitra, yaitu aspek produksi dan pemasaran. Seluruh mahasiswa pelaksana program PMM akan memperoleh rekognisi ke mata kuliah yang relevan sebesar 6 SKS”.
Beny selaku anggota tim menambahkan “seluruh teknologi tepat guna (TTG) yang diterapkan di mitra merupakan teknologi hasil hasil penelitian dosen dan mahasiswa Universitas AKPRIND Indonesia”.
Penerapan TTG tersebut, selain sebagai pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM), diharapkan dapat menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan di Masyarakat, serta menguatkan eksistensi Akprind University yang telah dikenal luas atas produk-produk teknologi tepat guna.