Kemacetan di wilayah Seminyak, Kuta sudah mencapai level parah

Wajah Pariwisata Seminyak : Macet Parah, Parkir Semrawut, Ojol Brutal & Alih Fungsi Trotoar  

2 minutes, 43 seconds Read

Pijar Bali – Seminyak, Jelang perayaan Hari Raya Natal 2024 & Tahun Baru, diprediksi akan terjadi eskalasi  jumlah kedatangan wisatawan ke Bali, khususnya ke wilayah Seminyak, Kuta, Badung.

Dinas Perhubungan Provinsi Bali memperkirakan total wisatawan masuk ke Pulau Dewata mencapai 2.794.977 orang.

Jika diperinci diprediksi ada sebanyak 1.512.337 wisatawan masuk  melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, 1.187.054 masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk, dan 95.585 masuk melalui Pelabuhan Padangbai.

Sementara itu, total jumlah kendaraan yang masuk diprediksi mencapai 322.416 unit, terdiri dari 289.443 kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk dan 32.973 kendaraan di Pelabuhan Padangbai.

DTW Seminyak salah satu titik kemacetan.

“Wilayah Kita, Seminyak, Canggu adalah titik rawan kemacetan lalu lintas. Tidak hanya pada saat momen Nataru, bahkan hari biasa terutama akhir pekan,”jelas I Made Utama Yasa saat ditemui pada Hari Minggu (08/12/24).

Made yang saat ini menjabat sebagai Ketua Partai Buruh Exco Kabupaten Badung ini kemudian menyampaikan bahwa Seminyak membutuhkan banyak perhatian guna memperbaiki wajah pariwisata.

I Made Utama Yasa, Ketua Partai Buruh Exco Kab. Badung

“Macet parah di wilayah Seminyak salah satunya dikarenakan kendaraan parkir di badan jalan bahkan di trotoar,”ujarnya sambil menunjukkan beberapa lokasi.

Made Utama Yasa menunjukkan kekesalannya pada kendaraan yang parkir diatas trotoar dan beberapa usaha yang memasang papan informasinya memenuhi trotoar.

Papan nama usaha diatas trotoar

“Wisatawan terutama bule, terbiasa berjalan kaki. Nah, dengan kondisi trotoar seperti ini tentu mereka merasa tidak nyaman. Padahal dengan mereka berjalan kaki, maka akan semakin mungkin mereka berbelanja di toko sepanjang jalan yang dilewati,”papar Made

Kendaraan roda 4 parkir di atas trotoar

Memang terpantau di beberapa sisi ruas jalan di Seminyak,  trotoar digunakan sepeda motor melintas, sampah berserakan, motor terparkir dan lebar trotoar yang sempit serta licin karena menggunakan keramik.

“Kami dari Partai Buruh Kabupaten Badung berharap nantinya Bupati Badung terpilih dapat memperbaiki wajah Seminyak guna lebih dapat membuat wisatawan betah tinggal disini,” harap Made.

Banyak yang harus dibenahi selain kemacetan, diantaranya perilaku “brutal” pengemudi Ojol. 

Pengemudi Ojol sering terlihat menawarkan jasa pada  tamu pejalan kaki dengan meneriaki tamu “bike – bike – bike” berulang-ulang. Ini dilakukan dengan dirinya berhenti mendadak, putar haluan tiba-tiba yang membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Yang brutal lagi adalah pengemudi Ojol ini berbonceng tiga, naik diatas trotoar dan dua tamu dibelakangnya tidak menggunakan helm pengaman,” ucap Made Utam Yasa kesal.

Ojol gonceng tiga, penumpang tanpa helm

“Wajah pariwisata macam apa yang kita ingin tunjukkan kepada dunia ? Dengan pelayanan macam begini akhirnya kita akan menyandang predikat daerah wisata yang tidak aman, tidak nyaman, murahan dan predikat negatif lainnya,” ujar Made.

Selanjutnya Caleg Nomor 1 Partai Buruh dari Dapil Kuta Utara ini mengusulkan agar Pemkab Badung dapat menghidupkan kembali konsep Central Parkir ditunjang dengan Transportasi Publik yang memiliki halte serta perlintasan di seluruh kawasan.

“Central Parkir sudah menjadi sebuah kebutuhan. Kendaraan pribadi berplat putih dan hitam wajib parkir dan selanjutnya bisa berjalan kaki atau menggunakan transportasi publik untuk mencapai tujuan yang diinginkan,” papar Made.

Dipercaya dengan cara tersebut dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalanan dan yang terparkir di pinggir jalan. Ojol pun nantinya pasti akan lebih banyak mangkal di Central Parkir.

“Selain itu areal central parkir juga dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk berjualan,”tutup I Made Utama Yasa, Ketua Partai Buruh Exco Kabupaten Badung.

Berita lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *