Tabanan, Bali – Pemuda Panca Marga (PPM) Bali turut serta dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (DPRI) Sunda Kecil yang digelar di Monumen Markas Besar Oemoem (MBO) Munduk Malang, Desa Dalang, Tabanan, Selasa (15/4/26).
Upacara yang pada tahun ini mengusung tema “Menggelorakan Jiwa dan Semangat Kebangsaan DPRI Sunda Kecil Menuju Bali Maju” ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, baik dari unsur pemerintahan, TNI-Polri, maupun organisasi kemasyarakatan.

Mewakili Gubernur Bali, hadir Staf Ahli I Made Rentin, serta Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga. Unsur Forkopimda dan tokoh veteran juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu jajaran pengurus PPM Bali hadir dengan dipimpin langsung oleh Ketuanya, AA. Nanik Suryani, yang juga cucu Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai.
Kehadiran PPM Bali menjadi simbol kesinambungan perjuangan dari generasi pahlawan kepada generasi muda yang kini berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesiapan dalam mengawal pembangunan bangsa.

“Semangat perjuangan DPRI Sunda Kecil adalah bagian dari sejarah bangsa yang harus terus kita hidupkan. Kehadiran PPM Bali di sini adalah wujud nyata komitmen kami untuk melanjutkan nilai-nilai pengorbanan dan persatuan,” ujar AA. Nanik Suryani.
Rangkaian Kegiatan
Acara diawali dengan ziarah dan tabur bunga di Monumen MBO Munduk Malang sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.

Kegiatan dilanjutkan dengan refleksi sejarah bertempat di wantilan dengan terlebih dahulu mendengar sambutan dari Ketua Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP), Bapak I Gusti Ngurah Gde Yudana, putra sulung Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai.
Sambutan juga disampaikan oleh Ketua DPD LVRI Bali, I Gusti Bagus Saputera, S.H, serta Dr. Drs. I Made Rentin, AP., M.Si yang mewakili kehadiran Gubernur Bali yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan puluhan paket sembako kepada masyarakat Desa Dalang yang membutuhkan.

“Saya merasa bahagia dan berterima kasih atas terselenggaranya acara ini,” Ungkap Ni Luh Wayan Seniasih, seorang wanita paruh baya asal Munduk Malang yang turut mendapat bantuan paket Sembako
Peringatan ini menjadi momentum refleksi sejarah serta penguatan nilai-nilai kebangsaan, sekaligus mengenang berdirinya Markas Besar Oemoem (MBO) DPRI Sunda Kecil yang memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.